Oleh: Rika Hikmah Rizkita

Terkadang ketika kita harus belajar dan mengejar ketinggalan beberapa minggu kebelakang terasa seperti hambatan dan beban yang begitu berat. Hal ini akan sangat melelahkan, karena bersamaan dengan kegiatan tersebut akan muncul pertanyaan-pertanyaan dalam benak kita:

“Apakah aku paham?”, “apakah aku melakukannya dengan benar?”, “Apakah aku bisa melakukan ini?”, “Orang lain sepertinya sudah jauh berada di depan”, “Bagaimana kalau aku melakukannya dengan cara yang salah?”,

Pikiran-pikiran ini datang dan dapat menyebabkan turunnya bahkan kehilangan motivasi. Maka, untuk membangkitkan motivasi itu, kamu bisa mencoba beberapa hal berikut ini:

  1. Akui bahwa kamu menolak untuk belajar dan memulainya

Mungkin berguna sekali jika kamu bisa menuliskan perasaan dan pikiranmu, sehingga kamu bisa mengekspresikannya. Setelah perasaan itu tercurahkan, kamu bisa mulai belajar.

  1. Jangan melarikan diri

Menghindari tugas justru bisa membuat kamu melempem seperti balon kempis. Dan sejujurnya, hal tersebut justru lebih menguras tenagamu dibanding ketika kamu merasa frustasi dengan mengerjakan tugas yang sulit. Karena dengan selesainya tugas, maka selesailah perasaan tidak enak dalam hatimu.

  1. Jangan terus menerus menyalahkan diri sendiri karena sering menunda-nunda

Cobalah untuk lebih menyadari kebiasaan tersebut dan perlahan kembalilah belajar atau mengerjakan tugasmu. Lebih cepat lebih baik.

  1. Pahamilah gaya belajarmu dengan lebih baik

Hal apa yang membuatmu lebih mudah dalam mengerjakan tugas? Kita cenderung menyukai pengalaman yang menyenangkan dan secara alami kita akan menghindari ketidaknyamanan, hal yang sulit dan tugas-tugas. Maka, buatlah pengalaman belajarmu semenyenangkan mungkin dengan gaya belajar yang sesuai denganmu.

  1. Jangan mempertanyakan kemampuanmu

Jangan merendahkan diri dengan membandingkan dirimu dengan orang lain. Jadilah dirimu sendiri. Dan kerjakanlah semampumu.

  1. Bayangkan kamu mulai belajar

Duduklah dan kerjakan tugasmu meskipun hanya 20 menit. Lihatlah bagaimana tugasmu perlahan selesai, seperti pesawat di landasan pacu yang perlahan terbang. Kamu mungkin memulainya dengan perlahan, tapi kamu tetap lepas landas.

  1. Fokus pada tugas yang ada

Prioritaskan tugas yang paling penting dan hindari multitasking alias menumpuk tugas.

  1. Komunikasikan kepada orang lain kesulitan atau apa yang ingin kamu lakukan

Hal ini bisa membuat kamu mengidentifikasi tugas-tugas penting. Komunikasi bisa membantumu untuk berkomitmen dengan tujuanmu dan kamu juga dapat mengetahui pendapat atau tips dari orang lain.

  1. Buatlah deadline untuk menjadwalkan tugas-tugasmu

Tanyakan pada dirimu ‘berapa banyak tugas yang bisa aku selesaikan dalam dua jam kedepan?’ dibanding bertanya ‘bisakah aku menyelesaikannya?’ sehingga kamu tidak mudah terbebani dengan banyaknya tugas dari beberapa pelajaran

  1. Ingatlah bahwa belajar dapat menjadi tantangan dan membawamu keluar dari zona nyaman

Bayangkan kamu mendaki Gunung Raung. Tidak mudah menuju kesana, namun kesenangan datang ketika kamu sampai di puncak dan melihat pemandangan dari ketinggian. Ketika sampai di puncak, kamu akan merasakan pencapaian dan kepuasan yang luar biasa. Seperti itu, fokuslah pada hasilnya kelak, meskipun begitu berat perjuangan untuk mencapainya