Ada yang Pidi Baiq? Hmm kalau begitu, pasti kenal deh sama karakter Dilan? Yup, Pidi Baiq menggambarkan Dilan sebagai sosok anak SMA dengan karakter unik, nakal, susah ditebak, tapi romantis, suka baca, dan sering bikin puisi. Betul sekali Pidi Baiq adalah novelis terkenal dari Dilan. Selain Pidi Baiq, banyak sekali novelis terkenal lain seperti Tere Liye, Dee Lestari, Boy Chandra, atau Kata Kokoh.

Nah loh, ternyata SMARAK, SMA kita tercinta ini punya juga loh novelis seterkenal mereka. Yup, dialah Pak Panji Pratama, S.S., M.Pd.. Tahun ini, guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Nagrak ini telah mengeluarkan sebuah novel romansa berbalut cerita sejarah berjudul “Perempuan Sehabis Gelombang”.

Novel “Perempuan Sehabis Gelombang” sendiri merupakan novel kedua Pak Panji yang berlatar tsunami 2004. Mempertemukan seorang gadis korban perang bernama Risma yang jatuh hati pada seorang disertir bernama Ambar. Novel ini adalah sebuah reinkarnasi dari cerita cinta sepanjang zaman, Romeo dan Juliet. Sebuah drama tentang perjuangan hidup dan cinta sejati di masa konflik. Kisah cinta keduanya harus diuji dengan kesetiaan terhadap keluarga, bangsa, dan negara. Akankah cinta mereka dapat dipersatukan meski banyak rintangan? Percaya pada kasih Sang Pencipta adalah kuncinya.

Berikut adalah sepotong kisahnya:
“Aku ingin kau tahu bahwa aku telah sangat sayang padamu. Lebih dari sekadar iba atau kasihan. Aku ingin sekali melindungimu.” Ambar membuka percakapan di sela-sela lilitan perban daruratnya. 
“Aku tidak akan berani menyentuhmu tanpa alasan. Yang kuingin lakukan adalah membawamu pergi dari tempat terkutuk ini dan memberikanmu kehidupan yang lebih baik kelak. Tolong ingat kata-kataku, aku tidak akan membiarkanmu menderita lagi. Karena kau pun telah membebaskanku dari keraguan yang selama ini melingkupiku.”
Risma mengangkat wajahnya ke arah Ambar. Jantung wanita itu mengalun ritmis. Kata-kata yang diucapkan Ambar penuh misteri, namun menyejukkan. Gadis lugu itu ingin sekali percaya pada pria di depannya. Namun, kejadian di masa lampau terlalu sakit, melebihi rasa sakit dari luka lecet di kakinya. Apalagi, Ambar adalah seorang pria dari tentara gabungan. Hal itulah yang mengganjalnya.

Jadi yuk hubungi penulisnya untuk berfoto dan membaca karya-karyanya!

 

Nah ini beliau penulis novel tersebut,

Bpk. Panji Pratama, S.S., M.Pd