BANDUNG, DISDIK JABAR – Pemerintah resmi mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menyatakan bahwa sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka pada semester genap tahun ajaran 2020/2021.

Dalam SKB tersebut, pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan yang diambil dari hasil evaluasi yang dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait serta masukan dari para kepala daerah dan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan. 

Namun, Mendikbud menyatakan, prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 tidak berubah. Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat tetap merupakan prioritas utama. 

“Orang tua pun memiliki hak penuh untuk menentukan. Bagi orang tua yang tidak menyetujui anaknya melakukan pembelajaran tatap muka, peserta didik dapat melanjutkan pembelajaran dari rumah secara penuh,” tegas Mendikbud, seperti dilansir kemdikbud.go.id, Jumat (20/11/2020). 
 
Pembelajaran tatap muka tetap dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Antara lain, menggunakan masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai/masker bedah, cuci tangan pakai sabun atau cairan pembersih tangan, menjaga jarak, tidak melakukan kontak fisik, dan menerapkan etika batuk/bersin.
 
Mendikbud berharap, seluruh pemangku kepentingan mendukung pemerintah daerah dalam mempersiapkan transisi pembelajaran tatap muka. 

Dinas Pendidikan pun dapat memastikan pemenuhan daftar periksa dan protokol kesehatan di satuan pendidikan. “Mari kita bekerja sama untuk memastikan anak dapat terus belajar dengan sehat dan selamat,” pungkasnya.***